Wacana Pembatasan Usia Tak Jamin Hadir Caleg Berkualitas

09-12-2021 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay saat acara Dialektika Demokrasi dengan tema "Wacana Pembatasan Usia Maksimal Caleg untuk Efektivitas Kinerja Parlemen" berlangsung di Media Centre DPR di Gedung Nusantara III, Kamis (9/12/2021). Foto : Jaka/mr

 

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai wacana pembatasan usia maksimal calon anggota legislatif (caleg) terlalu memperbandingkan antara kuantitas umur dengan kinerja. Menurutnya, kualitas seorang caleg tidak bisa hanya dipatok lewat usia semata.

 

"Kalau menurut saya, jangan hanya melihat karena usianya sudah tua dipandang lemah. Lihat juga aspek kualitasnya. Sebab untuk apa punya anggota usianya muda tapi tidak pernah bicara di rapat dan mungkin sangat jarang turun ke daerah," ungkap Saleh saat acara Dialektika Demokrasi dengan tema "Wacana Pembatasan Usia Maksimal Caleg untuk Efektivitas Kinerja Parlemen" berlangsung di Media Centre DPR di Gedung Nusantara III, Kamis (9/12/2021).

 

Menurut Politisi Fraksi PAN itu, tak jarang para legislator yang berumur masih sanggup mengikuti agenda dewan yang padat dan menguras tenaga. Lagi pula, kata Saleh, pembatasan usia dapat diartikan terdapat pembatasan orang atau warga negara dalam menyalurkan haknya untuk ikut serta dalam pencalonan di pemilihan umum.

 

"Kalau ada pembatasan orang untuk menjadi wakil rakyat menurut saya itu bertentangan dengan demokrasi. Sebab setiap warga negara dipandang sama di depan hukum dan punya hak dalam pemerintahan," sebut Saleh. Membatasi seseorang dalam pencalonan anggota legislatif membuat pelaksanaan nilai demokrasi dipertanyakan.

 

Adapun Saleh berharap kedepannya kualitas caleg dapat terus meningkat seiring perbaikan demokrasi di Indonesia. Beberapa cara antara lain mendorong pendidikan dan selektif pada pelaksanaan tes kesehatan bagi para caleg. Oleh karena itu perlu sinkronisasi dan menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah sebagai eksekutif dan partai politik sebagai wadah kaderisasi para caleg. (ah/es)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...